03 Jul 2017

Apa Keuntungan Bagi Para Pengusaha Bakery Jika Menerapkan HACCP atau GMP? Setidaknya 4 Hal ini Dapat Di Pertimbangkan Untuk Selalu Menerapkannya.

Apa yang di maksud dengan HACCP dalam Industry Pangan?   HACCP merupakan kepanjangan dari Hazard Analysis Critical Control Points adalah sebuah sistem yang memberikan pedoman untuk menjamin keamanan pangan atau makanan yang dapat di terapkan dalam berbagai Industri  Makanan seperti Aneka Industri Pangan dari Industri minyak goreng, Industri tepung terigu, hotel, restoran , Bakery bahkan perusahaan pangan skala kecil sekalipun.

HACCP merupakann sebuah sistem yang di dasarkan pada Ilmu Pengetahuan Pangan dan sistematika dalam mengidentifikasi bahaya keamanan Pangan beserta tindakan-tindakan yang harus di lakukan guna mengendalikan bahaya tersebut.

HACCP dapat di gunakan untuk menilai bahaya-bahaya yang akan muncul dalam tiap proses pengolahan pangan, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan hingga makanan siap di hadapan konsumen. Bahaya-bahaya yang akan muncul atau mungkin muncul dicegah serta di kendalikan sehingga tidak terjadi sesuatu yang membahayakan kesehatan manusia.

Banner Promo crop (kontak)

Secara prinsip caranya adalah dengan memberikan fokus dari tindakan pencegahan terjadinya keamanan pangan, bukan sebaliknya mengatasi setelah keracunan terjadi dengan mengandalkan pengujian produk akhir. Setidaknya ada 7 prinsip sistem dalam HACCP, sebagaimana berikut ;

Prinsip 1          : Berkaitan dengan analisa Bahaya

Prinsip 2          : Penentuan titik kendali kritis

Prinsip 3          : Menetapkan batas kritis

Prinsip 4          : Menetapkan system pemantauan pengendalian titik kendali kritis

Prinsip 5          : Menetapkan tindakan perbaikan untuk titik kendali kritis yang tidak

dalam kendali.

Prinsip 6          : Menetapkan prosedur verikasi untuk memastikan system HACCP

Efektif

Prinsip 7          : Menetapkan dokumentasi mengenai prosedur dan catatan yang

sesuai dengan prinsip dan penerapannya.

Di Industri Bakery memiliki kesamaan dalam menjalankan prinsip HACCP ini. Namun belum banyak yang memiliki konsen dalam melakukan jaminan keamanan Pangan bagi pelanggannya.

Secara sederhana dapat di gambarkan bahwa sistem HACCP ini merupakan bagian dari GMP atau Good Manufacturing Practices adalah suatu proses produksi pangan yang baik dan benar sehingga menghasilkan produk pangan yang aman di konsumsi dan terhindar dari kontaminasi.

Kontaminsai yang timbul dapat berupa kontaminasi yang berasal dari partikel benda asing seperti kayu, kaca , pecahan gelas atau kontaminasi biologis berupa kontaminasi mikroba.

Dalam pengertian Industri pangan cakupan GMP sangat luas dengan berbagai cara dan program sehingga seluruh insan yang berhubungan dalam produksi pangan memiliki pola pikir, pengetahuan dan  sikap untuk mengolah atau menghasilkan produk pangan yang baik, sehat dan aman untuk di konsumsi.

Dengan semakin berkembangnya Industry bakery di Indonesia akhir-akhir ini dan semakin sadarnya pelanggan akan makanan yang sehat, bergizi dan enak, maka tuntunan untuk memenuhi standard tersebut merupakan sebuah keharusan yang harus diikuti oleh para pelaku usaha produk-produk  bakery.

GMP merupakan prasyarat dasar dan program umum bagi industri pangan termasuk industri bakery untuk menghasilkan produk bermutu dan aman secara konsisten.

Namun sayangnya belum sadarnya para pelaku usaha di bidang ini mengakibatkan belum terpenuhinya standard produk bakery yang aman dan sehat bagi konsumennya, sehingga sering kali di jumpai kualitas produk bakery yang di hasilkan masih kurang memperhatikan aspek tersebut.

Hal ini pada umumnya di sebabkan rendahnya pengetahuan di bidang kebersihan dan kesehatan pangan para pelaku usaha baik di tingkat manajemen maupun pada tingkat operator lapangan terutama ditingkat karyawan produksi, yang tercermin dari kurangnya kewaspadaan pada perilaku sehari-hari yang kurang sehat dan bersih.

Keuntungan yang yang di peroleh bagi Industry bakery yang menerapkan GMP adalah sebagaimana berikut :

  1. Konsumen yakin dan percaya bahwa produk yang di konsumsi telah memenuhi kriteria aman dan sehat untuk dikonsumsi.
  2. Mengurangi pemborosan akibat terjadinya retur produk sebelum umur simpan produk yang sudah rusak sebelum masa kadaluwarsanya.
  3. Memberikan kepercayaan kepada pelaku usaha bakery dalam menjalankan proses produksinya
  4. Program GMP dapat di terapkan dalam keseluruhan rantai produksi dari bahan baku hingga produk akhir.

Selengkapnya dapat di baca dalam buku A-ZBakery.

 

Berlangganan dan Download 3 E Book Bagus

Post advert

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1
Hallo ! Ada yang bisa dibantu?
Powered by