23 Sep 2019

6 TAHAPAN PROSES PEMBELIAN ROTI YANG WAJIB DIKETAHUI OLEH PARA PEBISNIS BAKERY

Photo Source: asiknyaberbagipku.blogspot.co.id

Usaha Bakery merupakan sebuah usaha yang berhubungan dengan produk-produk yang terbuat dari bahan baku utama tepung terigu  dan melalui proses pemanggangan.

Banner Promo crop (kontak)

Tentunya sudah tidak asing  lagi bagi kita, bahwa yang masuk dalam kategori produk-produk bakery  diantaranya adalah ; roti, cake, biscuit, pastri dan mungkin tambahan produk-produk kue tradisional dan berbagai jenis minuman yang di jual dalam sebuah bakery shop, diluar definisi produk-produk yang masuk kategory tersebut.

Dari hasil Survey yang pernah di sajikan oleh Majalah Bakery Magazine,  pelanggan akan memilih Toko Roti yang menyediakan produk roti dan Cake. Saat mereka akan mengambil keputusan pembelian, ada 6 tahapan proses pembelian yang wajib di ketahui bagi Anda, para pelaku usaha Bakery.

Tahap proses  pengambilan keputusan pembelian  meliputi ; pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, Evaluasi alternatif, eksekusi pembelian, konsumsi dan evaluasi setelah konsumsi. Tahapan yang di rasakan oleh Pelanggan dapat di lihat sebagaimana berikut;

1.PENGENALAN KEBUTUHAN

Pengenalan kebutuhan merupakan perilaku bagaimana konsumen merasakan adanya masalah yang di hadapi dan berusaha mencari solusi dari kebutuhan yang di hadapi. Pemenuhan kebutuhan dalam mencari solusi dari kebutuhan pelanggan di lakukan dengan memenuhi kebutuhan tersebut dengan cara membeli atau mengkonsumsi produk. Ternyata dari hasil survey menunjukkan sebagian besar konsumen membeli produk roti dan cake sebagai bahan sarapan pagi (60.14%) dan camilan (31.16%).

Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa konsumen membeli roti untuk memenuhi kebutuhan fisiologis.

Kenyataan di lapangan terutama di daerah Jawa Tengah dan sekitarnya, cara konsumen dalam membeli roti atau produk cake adalah untuk pemenuhan kebutuhan memberikan alternatif hantaran atau oleh-oleh yang biasanya di gunakan dalam hajatan, sehingga timbul sekmentasi produk hantaran baik untuk roti atau cake.

2. PENCARIAN INFORMASI

Dalam proses pemenuhan kebutuhan produk Bakery konsumen rata-rata berusaha mencari informasi pemenuhan kebutuhan yang meliputi ; Jenis produk, merek, harga, tempat pembelian dan informasi produk yang lainnya.

Namun apabila mereka sudah terbiasa untuk membeli produk bakery pada tempat pembelian tertentu maka proses pencarian informasi akan dilalui tanpa sebuah proses pencarian yang panjang.

Inilah perlunya setiap Bakery harus  selalu memberikan informasi melalui advertising ataupun media sosial sehingga Bakery yang di miliki mudah di kenal oleh calon pelanggan yang akan memenuhi kebutuhannya.

Di era digital seperti saat ini, sungguh bukan merupakan hal sulit dalam mencari sebuah alamat informasi tentang bakery terdekat di sekitar. Anda tinggal mencari dari search enginge atau dapat di cari melalui alamat yang ada diinternet melalui smart phone yang Anda miliki.

Pertanyaan besar bagi para pelaku usaha bakery, apakah Toko Roti Anda sudah di kenal oleh “google” saat di ketik oleh calon pelanggan Anda?

3. EVALUASI ALTERNATIF

Tahap berikutnya adalah proses  keputusan konsumen adalah evaluasi alternatif yaitu Pelanggan sudah mulai membandingkan berbagai alternatif produk dan merek yang dapat memenuhi kebutuhannya dengan berbagai kriteria tertentu.

Secara sederhana dalam evaluasi alternatif konsumen rata-rata mempertimbangkan beberapa aspek diantaranya ; tempat pembelian, kualitas produk (rasa dan performa produk), service (pelayanan) dan tentunya harga.

Di era digital saat ini bagi pelanggan akan sangat mudah untuk membandingkan antara satu merk dengan merk lainnya.

Agar Bakery Anda memimiliki ciri yang membedakan dengan bakery di sekitar lingkungan Anda, maka harus ada keunikan produk yang harus di ciptakan dengan keunikan rasa, kemasan dan tentunya faktor harga sebagai pembanding dengan bakery yang lain, serta tentunya harus mudah di kenal oleh calon pelanggan Anda.

4. EKSEKUSI PEMBELIAN

Dalam melakukan eksekusi pembelian berdasarkan hasil survey menunjukkan bahwa pembeli tidak nyaman untuk membeli produk roti dan cake dengan jarak yang jauh dari tempat tinggalnya.

Disini dapat menjadi acuan bagi para pengusaha bakery dapat mempertimbangkan pemilihan outlet Bakery di daerah-daerah yang dekat dengan pemukiman penduduk atau kompleks perumahan yang mudah di akses dari berbagai arah dengan lokasi yang strategis.

Eksekusi pembelian meliputi tiga macam proses yaitu ;

  1. pembelian yang terencana sepenuhnya,
  2. pembelian yang separuh terencana dan,
  3. pembelian yang tidak terencana.

Pembelian yang terencana terjadi ketika pelanggan sudah memiliki informasi baik produk dan merek sebelum melakukan pembelian. Artinya sebelum membeli produk, pelanggan sudah mengetahui produk dan merek sebelum mereka berangkat ke supermarket, toko roti ataupun gerai roti yang dipilihnya.

Pembelian yang separuh terencana terjadi ketika konsumen sudah mengetahui produk yang akan di beli namun belum menentukan merek yang akan dibeli saat akan memasuki tempat pembelian. Disini mungkin akan terjadi proses penggalian informasi yang akan di lakukan oleh pelanggan kepada pramuniaga atau penjaga toko.

Pada fase ini di butuhkan bagi para pengusaha bakery untuk memiliki team pramuniaga yang paham tentang item produk dan cara pelayanan pelanggan terutama aspek komunikasi verbal yang baik. Yang terakhir adalah Pembelian yang tidak terencana yaitu proses pembuatan keputusan pembelian saat pelanggan berada di lokasi toko atau bakery tertentu.

Pembelian secara tidak terencana sering di sebut dengan istilah impuls buying atau impuls purchase. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses impuls buying  adalah promosi dalam bentuk discount, pengarahan product statement oleh pramuniaga dan promosi adanya produk baru di counter dan lain sebagainya.

5. KONSUMSI

Setelah proses pembelian tentunya produk akan di konsumsi. Aspek evaluasi yang pertama kali di rasakan oleh pelanggan adalah aspek organoleptik atau cita rasa produk yang di beli.

Mereka akan menggunakan indera pengecap dan hidung sewaktu mengkonsumsi produk sehingga akan memberikan sensasi bau dan rasa sebagai faktor utama dalam merasakan produk yang di beli.

6. EVALUASI PASCA KONSUMSI

Setelah mengkonsumsi produk biasanya pelanggan akan melakukan proses evaluasi dengan memberikan penilaian kesan terhadap produk roti dan cake yang di konsumsi.

Mereka sudah mulai memberikan penilaian yang sederhana dengan ungkapan tertentu; seperti enak, lezat, pas rasanya yang merupakan kesan sensorial saat pelanggan mengkonsumsi produk.

Pada fase ini tidak jarang pelanggan akan memberikan penilaian terhadap produk yang di konsumsi dengan persepsinya dan mulai memberitakan kepada orang dekat, sehingga akan muncul kekuatan sebuah rekomendasi produk .

Dengan menggunakan fitur “google review” maka bisnis usaha bakery akan memperoleh review dari para pelanggan yang pernah berkunjung ataupun pernah mencicipi produk yang Anda jual.

Dalam google review Anda akan memperoleh feedback dari pelanggan berupa penilaian bisnis ,termasuk citarasa dan service atau pelayanan, serta memperoleh rating dari kunjungan pelanggan. Semakin tinggi rating rata-rata yang Anda peroleh dalam bentuk “Star”, dimana “1 star”peringkat  terendah dan “5 stars” merupakan peringkat tertinggi, maka semakin  tinggi usaha bakery Anda berada di hasil pencarian google.

Untuk belajar membuat roti dan cake beserta seluk beluk teknis, aspek komersial dan para pengusaha bakery yang telah berhasil dalam usahanya silahkan lihat penjelasannya DISINI. Apabila Anda menginginkan konsultasi ataupun coaching usaha bakery Anda  baik secara tatap muka ataupun on line silahkan menghubungi kami melalui WhatsApp dibawah ini.

Berlangganan dan Download 3 E Book Bagus

Post advert

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1
Hallo ! Ada yang bisa dibantu?
Powered by